Jenis-Jenis Psikologi
Beberapa jenis
ilmu psikologi, secara sistematis maupun terapan, dapat dirinci sebagai
berikut:
1.
Psikologi
Sosial
Psikologi Sosial merupakan ilmu pengetahuan yang mempelajari
tingkah laku individu sebagai fungsi dari rangsang-rangsang sosial (Shaw dan
Costanzo, 1970:3). Dari definisi lain, psikologi sosial merupakan suatu kajian
tentang sifat, fungsi, fenomena perilaku sosial dan pengalaman mental dari
individu dalam sebuah konteks sosial. Jones (2000:996) berpendapat bahwa
diantara fenomena psikologi sosial ini, antara lain agresi dan kemarahan,
altruisme dan perilaku membantu, sikap sosial persuasi, ketertarikan dan
hubungan sosial, atribusi dan kognisi sosial, tawar-menawar dan negosiasi,
konformitas dan proses pengaruh sosial, kerja sama dan kompetisi, pembuatan
keputusan kelompok, presentasi diri dan manajemen kesan, peran-peran seksual,
perilaku seksual, pembelajaran sosial dan sosialisasi.
2.
Psikologi
Klinis dan Konseling
Psikologi Klinis merupakan salah satu bidang psikologi terapan
yang berperan sebagai salah satu disiplin kesehatan mental dengan menggunakan
prinsip-prinsip psikologi untuk memahami, mendiagnosis dan mengatasi berbagai
masalah atau penyakit psikologi (Mens, 2000:122).Psikologis Konseling merupakan
suatu psikologi terapan yang berusaha menciptakan, menerapkan dan menyebarkan
pengetahuan mengenai pencegahan dan penanggulangan gangguan fungsi manusia
dalam berbagai kondisi (Brown dan Lent, 1922).
3. Psikologi
Konstitusional
Psikologi
Konstitusional merupakan suatu bidang studi tentang hubungan antara struktur
morfologis dan fungsi fisiologis tubuh serta hubungan antara fungsi-fungsi
psikologi sosial (Lehrer, 2000:168).
4. Psikofarmologi
Psikofarmologi
merupakan pengetahuan tentang obat untuk mengobati gangguan psikiatris. Pope
(2000:866) berpendapat bahwa pada perkembangan selanjutnya dalam bidang
pengobatan psikologi, pada tahun 1955 ditemukan 3 obat, yaitu obat
antipsikotik, antidepresan dan lithium. Obat
antipsikotik berfungsi sebagai penetralan khayalan atau kepercayaan pada
hal-hal yang tidak nyata dan halusinasi (perasaan melihat, mendengar suara dan
sejenisnya), yang merupakan gejala umum dalam skezoprenia dan penyakit kegilaan
depresif.Obat antidepresan berfungsi
meringankan pasien yang mengalami depresi mayor atau fase tertekan dari
penyakit depresi kejiwaan.Lithium
merupakan obat yang unik diantaa obat-obat psikiatrik lainnya, terdiri atas
sebuah ion sederhana dan bukan molekul kompleks (Pope, 2000:867).
5.
Psikologi
Okupasional
Psikologi
Okupasional merupakan suatu terminologi yang tampaknya merangkum suatu bidang
kajian psikologi industri, psikologi organisasi, psikologi vokasional dan
psikologi sumber daya manusia (Herriot, 2000:713).Psikologi okupasional banyak
membahas tentang hubungan antara organisasi dengan individu dalam teori
peranan, makna kerja dalam pendekatan-pendekatan fenomenologi terhadap kognisi,
karier-karier kehidupan (life careers) dalam teori-teori kehidupan (life
spans-theories) perkembangan manusia dan hubungan antarorganisasi dan
antarnegara-kebangsaan dalam teori-teori konflik dan negosiasi.
6. Psikologi
Politik
Psikologi
politik merupakan bidang interdisipliner yang tujuan substansif dasarnya dalah
untuk menyingkap saling keterkaitan antar proses psikologi dan politik
(Renshon, 2000:784). Psikologi politik menggunakan kajian-kajian pendekatan
ilmu politik, terutama perilaku politik massa, kepemimpinan politik dan
pengambilan keputusan serta konflik politik di dalam dan antrabangsa.
7. Psikologi Sekolah
dan Pendidikan
Psikologi sekolah merupakan kajian tentang perilaku peserta
didik di sekolah yang substansinya merupakan gabungan psikologi perkembangan
anak, psikologi pendidikan dan psikologi klinis. Psikologi pendidikan merupakan
kajian tentang perilaku dalam bidang proses belajar-mengajar.
8. Psikologi
Perkembangan
Psikologi
perkembangan merupakan sebuah bidang studi yang menekankan pada perkembangan
manusia dan berbagai faktor yang membentuk perilakunya sejak lahir sampai
berumur lanjut.
9. Psikologi
Kepribadian
Psikologi
kepribadian merupakan sebuah ilmu perilaku tentang gaya hidup individu atau
cara karakteristik seseorang dalam bereaksi terhadap masalah-masalah dan tujuan
hidup (Hall dan Lindzey, 1993:182).
10. Psikologi
Lintas Budaya
Berry
(1997:2) mengungkapkan bahwa psikologi lintas budaya adalah kajian empiris
mengenai anggota berbagai kelompok budaya yang telah memiliki perbedaan
pengalaman yang dapat membawa ke arah perbedaan perilaku yang dapat diramalkan
dan signifikan. Sebagai suatu disiplin akademik yang sistematis, psikologi
lintas budaya sesungghunya tidak hanya berkutat pada keragaman, tetapi juga
keseragaman (uniformity).
11. Psikologi
Rekayasa
Psikologi
rekayasa merupakan suatu ilmu yang bersifat fleksibel dan komprehensif baik
dipandang dari segi faktor manusiawi dan rekayasa faktor manusiawi. Psikologi
rekaya ini banyak menggunakan ilmu bantu lain seperti anatomi, fifiologi,
sosiologi, desain industri, arsitektur serta macam-macam bidang teknik.
12.
Psikologi
Lingkungan
Psikologi lingkungan merupakan suatu ilmu yang membahas
tentang sebuah keterkaitan dengan keturunan atau hereditas sebagai sumber
perkembangan perilaku dan perubahan-perubahan individual. Dalam hal ini,
lingkungan berhubungan dengan proses belajar yang bertumpu pada efek
kumulatif dari respons-respons individu
terhadap rangsangan lingkungan individu dalam hidupnya.
13. Psikologi
Konsumen
Psikologi
konsumen merupakan sebuah ilmu yang membahas tentang tingkah laku individu
sebagai konsumen.Bidang psikologi ini mulai dengan psikologi periklanan dan
penjualan, objeknya adalah komunikasi yang efektif, baik dari pihak pabrik
maupun distributor kepada konsumen.
14. Psikologi
Industri dan Organisasi
Psikologi industri dan organisasi menerapkan dari
prinsip-prinsip psikologi industri dan perdagangan. Psikologi tersebut
didefinisikan menurut kapan dan dimana ia dipraktikan, bukan menurut pernyataan
atau prinsip-prinsip tertentu. Ada 3 kajian dalam bidang ilmu psikologi
industri dan organisasi, yaitu psikologi
personalia, psikologi industri dan psikologi
sumber daya manusia.Psikologi
personalia menekankan pada pembuatan keputusan mengenai seleksi personalia,
pelatihan, promosi, transfer pekerjaan, cuti, pemutusan hubungan kerja,
kompensasi dan sebagainya. Psikologi
industri lebih terfokus pada penyesuaian timbal balik antara orang-orang
dan lingkungannya.Psikologi sumber daya
manusia memfokuskan terhadap hal bagaimana mencocokkan individu dengan
pekerjaannya.